TERAPI DENGAN DOA

Dalam buku epistemologi doa karya bapak  H. Dadang Ahmad Fajar, M.Ag. dengan tema Terapi dengan do'a, penulis berpendapat bahwa doa merupakan salah satu metode terapi yang dapat membantu proses penyembuhan manusia. Menurut penulis, terapi dengan doa bukanlah sesuatu yang baru karena telah dicontohkan oleh para nabi dan Rasulullah SAW. Penulis juga menjelaskan bahwa Al-Qur'an tidak hanya berfungsi sebagai petunjuk hidup, tetapi juga sebagai obat bagi berbagai penyakit fisik maupun psikis. Oleh karena itu, doa memiliki kedudukan yang penting dalam kehidupan manusia, terutama ketika menghadapi sakit, kesulitan, maupun berbagai masalah kehidupan.

Saya sepakat dengan argumen penulis bahwa doa dapat menjadi salah satu bentuk terapi yang membantu proses penyembuhan. Menurut saya, doa bukan hanya aktivitas ibadah, tetapi juga sarana untuk menenangkan hati dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Ketika seseorang berdoa, ia akan merasa memiliki tempat untuk mengadu, memohon pertolongan, dan menyerahkan segala urusannya kepada Allah. Kondisi tersebut dapat menumbuhkan rasa tenang, optimis, dan harapan sehingga membantu mengurangi beban psikologis yang sedang dirasakan.

Pendapat penulis ini didukung oleh penelitian Permata dan Susanto (2024) yang menjelaskan bahwa dzikir dan doa memiliki pengaruh positif dalam menurunkan tingkat kecemasan pada berbagai kelompok, seperti pasien medis, ibu hamil, dan individu yang mengalami gangguan kecemasan. Penelitian tersebut menunjukkan bahwa aktivitas spiritual mampu memberikan ketenangan dan membantu seseorang menghadapi tekanan hidup dengan lebih baik. Temuan ini memperlihatkan bahwa doa tidak hanya memiliki nilai religius, tetapi juga manfaat psikologis yang dapat dirasakan secara nyata.

Selain itu, penelitian Harahap, Siregar, dan Ritonga (2021) juga menemukan bahwa terapi dzikir dapat menurunkan kecemasan pasien yang akan menjalani operasi besar. Hasil penelitian tersebut menunjukkan adanya perubahan yang signifikan pada tingkat kecemasan pasien setelah diberikan terapi dzikir. Menurut peneliti, dzikir membantu pasien menjadi lebih tenang dan lebih siap menghadapi tindakan operasi. Temuan ini semakin memperkuat pendapat penulis bahwa doa dan dzikir dapat menjadi bagian dari proses penyembuhan.

Saya juga sepakat dengan pendapat penulis yang menempatkan doa sebagai bagian penting dalam usaha memperoleh kesembuhan. Dalam ajaran Islam, manusia diperintahkan untuk selalu berikhtiar dan memohon pertolongan kepada Allah SWT. Doa menjadi bentuk pengakuan bahwa segala kesembuhan pada akhirnya berasal dari Allah. Oleh karena itu, ketika seseorang berdoa, ia tidak hanya berusaha menyelesaikan masalah yang dihadapi, tetapi juga memperkuat keimanan dan ketawakalannya kepada Allah SWT.

Menurut saya, kekuatan utama argumen penulis terletak pada penjelasannya bahwa manusia tidak hanya memiliki kebutuhan fisik, tetapi juga kebutuhan spiritual. Sering kali seseorang mengalami sakit atau masalah yang tidak hanya memengaruhi tubuhnya, tetapi juga memengaruhi kondisi mental dan emosionalnya. Dalam keadaan seperti itu, doa dapat menjadi sumber ketenangan dan kekuatan batin yang membantu seseorang bertahan serta menjalani proses penyembuhan dengan lebih baik.

Dengan demikian, saya menyimpulkan bahwa argumen penulis mengenai terapi dengan doa sangat relevan dan masih sesuai dengan kondisi saat ini. Doa terbukti tidak hanya memiliki nilai ibadah, tetapi juga memberikan manfaat bagi kesehatan mental dan spiritual seseorang. Berbagai penelitian juga menunjukkan bahwa doa dan dzikir dapat membantu menurunkan kecemasan, meningkatkan ketenangan, serta memperkuat kondisi psikologis individu. Oleh karena itu, saya sepakat bahwa doa merupakan salah satu bentuk terapi yang penting dalam membantu manusia menghadapi berbagai kesulitan dan proses penyembuhan.

Permata, A., & Susanto, R. (2024). Perumusan ulang dzikir dalam mengurangi kecemasan pasien medis. Indonesian Journal of Islamic Counseling, 6(1). https://doi.org/10.35905/ijic.v6i1.10720

Harahap, M. A., Siregar, N., & Ritonga, N. (2021). Pengaruh dzikir terhadap penurunan tingkat kecemasan pasien pre operatif bedah walikota di ruang rawat bedah. Jurnal Health Reproductive, 6(1). https://doi.org/10.51933/health.v6i1.402

Komentar

Postingan Populer